Selasa, 15 September 2009

Exposure

Exposure

Didalam sebuah kamera selalu gelap, ketika sebuah foto diambil maka cahaya dari luar akan masuk dan menerangi film atau sensor, saat itulah direkam kedalam film atau sensor.

Konsep ini berlaku sama untuk fotografi film maupun digital.

"Exposure berarti mengukur dan menyeimbangkan cahaya"

Terlalu banyak cahaya yang masuk menyebabkan foto akan terlalu terang, begitu pula jika kekurangan cahaya maka foto terlalu gelap, sebuah foto yang baik tergantung setting yang memberikan "right exposure" kepada film atau sensor.

Seorang fotografer dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan mengatur shutter speed, aperture dan film speed(ISO/ASA)

Mengukur cahaya dan Menyeimbangkan cahaya.
Mengukur cahaya berarti memberikan ukuran cahaya yang tepat kepada film atau sensor, sehingga sebuah foto menghasilkan gambar seperti aslinya, sedangkan menyeimbangkan cahaya lebih kepada mengatur keseimbangan cahaya yang ditangkap agar menghasilkan gambar yang baik, bisa saja sebuah foto tidak seperti aslinya tetapi memiliki keindahan.

Stop: sebuah unit ukuran exposure
Stop adalah sebuah unit ukuran relatif untuk cahaya, mengambarkan tingkat terangnya sebuah cahaya.

Sebagai contoh kita mulai dengan dengan sebuah lampu sebagai referensi, jika kita menambahkan satu buah lampu lagi maka kita berarti menambahkan 1 stop untuk intensitas dari cahayanya, untuk menambahkan intensitas cahayanya 1 stop lagi berarti kita harus mengali dua kan jumlah lampunya menjadi empat, begitu pula seterusnya jika kita ingin menambahkan intensitas cahayanya 1 stop lagi maka kita harus mengali duakan lagi jumlah lampunya menjadi delapan buah lampu, lihatlah contoh dibawah ini :

mengandakan jumlah lampu berarti menambahkan satu stop (+1 Stop) , dan
mengurangi setengah jumlah lampu berarti mengurangi satu stop (-1 Stop)

Stop dapat saling mengantikan

Dalam kamera kita Aperture(f), Speed(S), dan film setting(film speed/ISO) semuanya dibagi menjadi stop, walaupun sistem angkanya berbeda.

Sebagai contoh jika kita menganggap setting
S : 1/125
A: 5.6
ISO : 100

Adalah setting normal, maka kita dapat menggunakan setting lain untuk mendapatkan foto dengan terang yang sama, misalnya:

S:1/30 (naik 2 stop dari S:1/125)
f:11 (turun 2 stop dari f5.6)
ISO:100

atau

S:1/125
f:11 (turun 2 stop dari f5.6)
ISO:400(naik 2 stop dari ISO 100)

atau

S:1/8 (naik 4 stop dari s:1/125)
f:16 ( turun 3 stop dari f5.6)
ISO:50 (turun 1 stop dari ISO 100)

lihatlah jumlah stop turun dan stop naiknya saling melengkapi) artinya exposure value nya tetap sama

tetapi tentu saja, ada pengaruh di image yang dihasilkan akibat perbedaan aperture, speed, dan film speed(ISO)

sumber: http://ilmufotografi.blogspot.com/2007/03/exposure.html

Lighting / Pencahayaan

Lighting/ Pencahayaan
Untuk ngedapetin foto yang baik dan benar, film harus menerima sinar dalam jumlah tepat. nah, Sinar Matahari itu sendiri mempunyai intensitas ato Kadar yang dapat berubah-ubah tergantung dari berbagai faktor seperti elevasi/ sudaut dan Cuaca.
Dikarenakan sinar/ cahaya dapat merubah moment, untuk itu diperlukan pemahaman akan 3 karakter sinar/ cahaya yang terpenting, yaitu kualitas, arah dan warna..
di tulisan ini akan saya terangin sedikit 3 karakter tersebut, selamat menyimak.... sukur kalo dipahami dan bermanfaat...:P

1. Kualitas/ Quality
kualitas cahaya dibagi jadi dua nih, yang pertama :
-Hard Light (sinar kuat/ Keras).
sinar keras terjadi karena ada sumber cahaya yang kuat (matahari, electronic flash) yang langsung mengenai objek yang kita foto. sinar yang keras akan memberikan bayangan tajan serta dapat membuat warna objek menjadi pucat. sinar keras memang dapat memberikan detail dan tekstur yang baik, tapi detail dan tekstur dapat menjadi rusak bila sinar terlalu keras.
-Soft Light (sinar lunak).
sinar yang lunak terjadi karena sumber cahaya yang ada terhalang oleh sesuatu (matahari tertutup awan dan sebagainya) atau cahaya yang mengenai objek merupakan cahaya pantulan.
sinar yang lunak akan menghasilkan bayangan yang lunak pula, tapi sinar yang terlalu lunak akan mengurangi kekontrasan.

2. Arah/ Direction
dibagi jadi 3:
-Front Lighting (penyinaran depan)
cahaya menyinari langsung dari depan subjek, sumber sinar berada dibelakang fotografer. sinar ini akan menjadikan gambar nampak datar, tapi sudah cukup memberikan bentuk.
front lighting akan mengurangi timbulnya detail atau tekstur dan juga akan mengurangi efek 3 dimensi dari gambar yang kita buat.
-Side Lighting (penyinaran samping)
sumber cahaya berada di sisi (kanan atau kiri) fotografer, side lighting akan menampilkan detail dan tekstur yang lebih baik dan akan membuat efek 3 dimensi foto menjadi lebih nampak.
pada pemotretan dengan sinar keras (hard side lighting) bayangan yang timbul mungkin akan menggangu.
-Back Lighting (penyinaran belakang)
kalau ini sudah jelas bahwa sumber cahaya berasal dari depan fotografer, sinar ini akan dapat menghasilkan foto yang lebih berdimensi.
sinar yang terlalu kuat akan memunculkan nuansa siluet/ silhouette.
bila sinar mengenai langsung permukaan lensa kamera dan kamera tidak menggunakan tudung lensa/ lens hood, dapat menimbulkan flare.

3. warna/ color
ada beberapa point penting....
-cari corak warna yang menonjol untuk menciptakan dampak pada foto. misal Merahnya Bunga, birunya langit, kuningnya seja, atau hijaunya dedaun.
-secara umum sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu objek utama dan satu warna utama, konsentrasikan hanya pada satu dari tiga warna primer : merah, biru atau kuning. sangat baik bila diseimbangkan dengan warna-warna komplemen lainnya, yaitu : merah dengan hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.
-warna-warna yang kita lihat tidak selalu dapat terekam oleh film dengan tepat, karena mata kita memiliki penyesuaian warna (chromatic adaptor). sedangkan film hanya akan merekam warna sesuai aslinya apabila suhu warna (color temperature) yang ada sesuai dengan suhu warna film.
-sinar matahari pagi atau sore hari akan memberikan warna kekuningan, sedangkan bila siang hari matahari tertutup awan akan memberikan warna kebiru-biruan. lampu neon akan memberikan warna kehijauan, sedangkan lampu sorot video kamera akan memberikan warna kekuning-kuningan.

itu tadi sedikit share tentang pencahayaan/ lighting dari saya.....
kalau ada masukan tambahan sangat diterima..
ditunggu postingannya,thx

nb: kalo ada yg kurang tolong ditambahi y.... mnerima saran dan kritik serta masukan....
sumber: jaman kuliah fotografi dahulu kala, hehe..

Sabtu, 12 September 2009

Fotografi Dasar

Fotografi Dasar
-mengambil foto dengan lebih baik-
ini post perdana saya, kalo ada kekurangan mohon saran kritiknya sadja..
berhubung masih baru jadi ya sama-sama belajar, dan belum ada pict nya...
thx b4 n after...

pengetahuan dasar fotografi
satu
Photgraphy tu bahasa Yunani yaitu dari kata phos yang artinya cahaya dan graphy yang artinya menulis ato menggambar. jadi fotografi dalam bahasa harafiahnya tu menggambar dengan bantuan cahaya.
dua
menurut pendapat saya dan mungkin juga beberapa yg lainnya kalau ada 4 kunci penting dalam fotografi : kesederhanaan, warna, cahaya, dan kedalaman.

foto yang baik
nah, kalo foto yang baik tu menurut versi entengnya Enak dilihat dan menarik perhatian trus punya Pesan alias Makna ato maksud foto tersebut...

foto yang bagus
apa y?? hmm, foto yang bagus tuh foto yang berisi pesan, bisa berupa Pernyataan, Kesan ato Ungkapan Emosi...

pahami batasan peralatan foto
Kamera dan Lensa
kalo secara lisan n bakunya tuh Kamera merupakan kotak yang kedap cahaya, nah di kotak tadi dibuat lubang kecil buat jalannya cahaya yang masuk dengan jalan membuka dan menutup kembali. pas terbuka cahaya masuk ke dalam dan ditangkap oleh film yang sensitif terhadap cahaya dan langsung merekan bayangan yang kena cahaya tadi. (bingung ga? )
Film
film punya standart penchayaan ato kecepatan yang disebut ASA/ ISO, pilihan ISO yang paling sering digunakan adalah ISO 100 baik untuk suasana yang cerah dan terang, serta ISO 400 untuk suasana yang kurang cahaya ato subjek yang bergerak dengan cepat. Film dengan ISO 200 berada di antaranya dan merupakan pilihan yang baik untuk segala suasana.

kuasai kontrol pemotretan
exposure ato pencahayaan ditentukan oleh diafragma lensa (apeture) dengan mengatur berapa banyak cahaya yang bakal masuk melalui lensa, serta melalui layar (shutter) yang mengatur durasi atau berapa lama cahaya yang masuk (speednya).
focusing alias proses si lensa supaya dapet gambar yang tajem, kalo di kamera analog tuh yg fokus d tengah frame ya fokus bakal mengunci di tengah frame yg mau d jepret..
flash ato cahaya tambahan yang kayak kilat itu lowh... kalau di kamera sejenis poket dan kamera jaman sekarang mungkin sudah built in flash, fungsinya buat meningkatkan level cahaya yang punya jarak jangkauan sekitar 4-5 meter dari kamera.

itu tadi sedikit cuap-cuap dari saya....untuk awal mula sadja...
jikalau ada yg hendak menambah maupun mengurangi silahkan...
berhubung masih blank y segitu dulu y,nantikan lanjutannya,thx...:P
ayoow bkin rame...

sumber: jaman kuliah Fotografi Jurnalistik